Jumat, 08 November 2013

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT




Dalam kehidupan sehari-hari pelapisan sosial terbentuk dengan sendirinya dikarenakan perbedaan ekonomi, ilmu, juga jabatan pada tiap individu berbeda sehingga terbentuklah pelapisan sosial di masyarakat di sadari  maupun tidak disadari. Kesamaan  derajat sangat berlawanan dengan pelapisan sosial karena kesamaan derajat lebih bersifat menyamakan semua derajat setiap individu dalam masyarakat terutama dalam aspek hak. Dalam kenyatan yang terjadi pelapisan sosial memang bisa sedikit bergeser menjadi tak terlalu mengkelas-kelaskan individu dalam lingkungan sosial, namun tetap saja tak akan bisa terlalu di samakan hak setiap individu dalam masyarakat  karena perbedaan ekonomi, ilmu, dan jabatan yang dimiliki masing-masing individu. 

Karena perbedaan ekonomi, ilmu, dan jabatan seharusnya bisa dijadikan untuk saling membantu dan bekerjasama, namun sering kali lapisan masyarakat yang lebih tinggi memanfaatkan kelebihannya dalam ekonomi, ilmu, dan jabatan untuk kepentingannya sendiri. disinilah timbul berbagai masalah karena kesenjangan/pelapisan sosial. Seperti di sebuah desa yang mayoritas penduduknya petani seringkali tengkulak-tengkulak yang memiliki akses untuk menjual padi membeli dari petani dengan harga yang rendah dan menjualnya keluar dengan harga yang jauh lebih tinggi, para petani mau tidak mau hanya bisa menjual kepada tengkulak karena tidak memiliki akses untuk menjual kepada pihak lain, dan tentunya harus menerima harga rendah yang di tetapkan oleh para tengkulak. Pelapisan sosial yang seperi itulah yang menyebabkan masalah di lingkungan sosial, karenan yang memiliki ekonomi, ilmu, dan jabatan lebih memanfaatkan kelebihannya untuk kepentingannya sendiri tanpa peduli merugikan lapisan masyarakat yang kecil. Masalah seperti inilah yang sering timbul akibat pelapisan masyarakat.

Seharusnya lapisan masyarakat yang memiliki kelebihan dalam segi ekonomi, ilmu, dan jabatan memanfaatkan kelebihannya untuk menjalin kerjasama dengan masyarakat lainnya untuk memajukan masyarakat yang berada dilapisan sosial dibawahnya. Dengan begitu masalah yang sering di timbulkan oleh pelapisan sosial bisa teratasi, dan cita-cita bangsa unuk kesaman derajat akan tercapai meski tak sepenuhnya sama karena adanya perbedaan ekonomi, ilmu, dan jabatan yang dimiliki masing-masing inidividu, tetapi dengan individu yang meiliki kelebihan dalam aspek ekonomi, ilmu, dan jabatan memanfaatkan kelebihannya untuk memajukan individu lainnya, dan dengan begitu kesamaan derajat akan terbentuk dengan sendirinya.  

Kamis, 07 November 2013

WARGA NEGARA DAN NEGARA




warga yang hidup dalam suatu Negara merupakan warga Negara dimana tempat ia tinggal. Setiap negrara mempunyai aturan dan hukum yang berbeda-beda, dalam suatu Negara terdapat berbagai macam individu yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. bukan hanya dalam hal kepentingan dan prilaku. Contohnya di Indonesia tidak hanya dalam prilaku dan kepentingan yang berbeda tetapi dalam suku, bahasa , daerah bahkan hingga agama. karena itulah hukum sangat penting dalam suatu Negara untuk mengatur semua perbedaan yang ada. 

pada hakikatnya di negara hukum seperti indonesia dimata hukum semua kedudukan warga Negara itu sama. Tapi sering kali dalam praktiknya tidak seperti yang di harapkan. Hukum seakan tumpul keatas dan begitu tajam kebawah. Sudah menjadi rahasia umum di Negara kita ini hukum tak berdaya menghadapi kekuasaan. Lihat saja para koruptor yang merugikan Negara hingga ratusan milyar bahkan hingga triliunan, hanya dihukum dibawah 10 - 5 tahun bahkan tak jarang para koruptor hanya di hukum 2-3 tahun dan hanya di denda ratusan juta tanpa harus mengambalikan kerugian Negara yang ia korupsi.bukan hanya sebatas itu bahkan sering ditemukan kamar tahanan koruptor yang di sulap menjadi kamar hotel bintang 5. Berbeda jauh dengan seorang maling motor, mereka bisa di hukum 2 – 5 tahun tak ada bedanya dengan para koruptor yang merampok uang Negara milyaran rupiah. Kalau melihat kondisi seperti ini dimana wibawa kita sebagai Negara hukum ? hak warga Negara atas keadilan hukum seakan tak ada. jika terus di biarkan seperti ini kepercayaan warga Negara tehadap hukum akan hilang, dan itu sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup waga Negara dan Negara itu sendiri. 

kita sebagai Negara hukum dituntut untuk bisa menghadirkan keadilan dalam proses hukum yang sedang berlangsung, jangan tumpul keatas dan tajam kebawah. Agar hukum bisa benar-benar seperti yang diharapkan diperlukan peranan dan dukungan semua pihak. Lembaga hukum harus memiliki kedudukan tertinggi tanpa ada tekanan dari penguasa mana pun, sebenarnya Indonesia mempunyai insitusi seperti KPK yang terus memberantas korupsi tanpa pandang bulu, institusi seperti inilah yang di butuhkan Negara kita. Tetapi masih perlu banyak dukungan dari berbagai pihak seperti pihak yang berwenang dalam urusan Undang-undang dan pasal pidana, lembaga yang berwenang dalam hal itu harus membuat hukuman yang benar-benar bisa membuat para koruptor dan para pelanggar hukum lainnya jera, juga harus bersih dan adil dalam pelaksanaannya. Keikut sertaan dan peranan kita juga sangat di perlukan dalam pengawasan jalannya proses hukum/perundang-undangan, karena dalam suatu Negara /rakyatlah yang sebenarnya memiliki kedaulatan paling tinggi apalagi di dalam suatu demokrasi seperti negara kita ini. Dengan adanya dukungan dan pengawasan dari berbagai pihak,  warga Negara dan Negara juga hukum akan berdampingan dan berjalan sebagaimana mestinya tanpa harus ada ketidak adilan dan rasa ketidak percayaan warga negara terhadap hukum, dengan begitu warga Negara pun akan merasa terlindungi dengan adanya hukum yang bersih dan adil.

PEMUDA DAN SOSIALISASI




Pemuda pada hakekatnya merupakan calon penerus bangsa Karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini di gantungkan. Sosialisasi pemuda mempengaruhi dan membentuk bagaimana sikap, dan prilaku pemuda itu sendiri,  baik sosialisasi dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam proses pembentukan sikap, dan prilaku pemuda seringkali menghadapi berbagai masalah karena labilnya emosi pemuda dan rasa ingin tahu yang tinggi sering kali di maanfaatkan berbagai pihak untuk mengambil keuntungan sendiri, tanpa memikirkan akibat apa yang akan di timbulkan.

Seharusnya pemuda bisa mengatasi pengaruh negative tersebut tapi dalam kenyataanya masih banyak yang terjerumus dan terjerat pengaruh-pengaruh negative tersebut. Seperti di negra kita ini banyak sekali pemuda yang memakai obat-obatan terlarang karena terbawa pengaruh negative dari lingungan sekeliling tempat ia bersoialisasi. Bukan hanya masalah seperti itu tapi juga masalah seperti dalam mengerjakan tugas pelajaran pelajar sering meminta pihak tertentu mengerjakan tugasnya dengan membayar. Prilaku seperti ini memang terlihat sepele namun kebiasaan ini membentuk sikap dan prilaku pemuda kedepannya, sehingga pada saat pemuda benar-benar turun ke masyarakat akan membawa kebiasaan ini. Dari hal sepele seperti itu bisa terbentuk prilaku yang buruk, karena ia akan berfikir semua urusan akan lancar bila menggunakan uang. Tak heran begitu banyak koruptor di Negara kita yang merajalela yang sulit di berantas, karena dari saat muda pun sudah terbiasa dan terbentuk sikap serta prilaku yang seperti itu. Jika terus menerus dibiarkan bisa anda bayangkan akan jadi apa Negara kita ini 10-20 tahun kedepan jika generasi mudanya terus di rusak oleh pengaruh negative seperti itu.

Seharusnya masalah seperti itu bisa diatasi dengan peran dari semua pihak, dengan menanamkan sejak dini nilai baik juga memberi pengertian dan batasan-batasan kepada pemuda sehingga ia bisa memproteksi dirinya dari pengaruh negative dari luar dalam proses pencarian jati dirinya. Peran keluarga juga sangat dibutuhkan karena keluarga merupakan pembentuk kepribdian yang paling berpengaruh karena keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat dengan setiap individu termasuk pemuda, keluarga juga harus menanamkan sejak dini nilai luhur kepada pemuda yang sedang mencari jati dirinya, bukan hanya menanamkan tetapi keluarga juga harus memberi contoh dan mengawasi dalam proses pembentukan sikap dan prilaku pemuda yang sedang mencari jati dirinya. Dengan begitu masalah yang di alami pemuda dalam pembentukan sikap dan karakter untuk menjadi calon penerus bangsa akan teratasi dan terselesaikan.

INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT




Individu keluarga dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tak dapat di pisahkan karena individu merupakan bagian dari keluarga, dan keluarga bagian dari suatu masyarakat. Dalam perkembanganya individu-individu muda yang sedang mencari jati dirinya sangatlah labil dan rawan terpengaruh hal-hal yang negative,karena dimasa ini individu muda memiliki rasa ingin tau yang tinggi dan di masa ini individu muda memiliki emosi yang labil. Dalam keluarga masalah lebih di sebabkan oleh kurangnya komunikasi, kurangnya saling menghormati dan terlalu sibuknya anggota kelurga denga urusannya masing-masing. Dalam masyarakat masalah lebih sebabkan oleh sikap individualis para individu yang menjadikan individu di masyarakat sering mengambil hak orang lain dikarenakan lebih mementingkan kepentingannya sendiri. Hal ini lah yang sering menyebabkan berbagai masalah.

Karena labilnya emosi individu muda seringkali terjadi perselisihan dan masalah antar sesama individu muda di masyarakat, seperti di tingkat sekolah menengah sering terjadinya tawuran hanya dikarenakan hal yang bahkan tak jelas apa sebabnya . selain emosi yang labil masalah di sebabkan rasa ingin tau dan ketidak pahaman individu muda dalam mencari jati diri sering menyebabkan masalah yang serius, seperti terlibatnya individu muda dalam pemakaian obat-obatan terlarang dikarenkan rasa ingin tau, dan ketidak tahuan individu muda di tambah pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang hanya memikirkan keuntungan tanpa perduli yang mereka perbuat merusak generasi muda bangsa. Dalam keluarga karena kurangnya komunikasi dan lebih di sibukan oleh urusannya masing-masing sehingga keluarga tak seperti pada fungsinya akhirnya sering menyebabkan keretakan rumah tangga dan anak pun terbentuk menjadi pribadi yang buruk karena keluarga merupakan pembentuk karakter individu muda dan masalah pada lingkup masyarakat bisa berawal karena individu muda yang seperti itu dan akhirnya munculah individu yang saling tak perduli di masyarakat yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri tanpa perduli kalau dia mengambil hak orang lain.

Maslah-masalah demikian sebenarnya bisa di cegah dengan cara memaksimalkan peran keluarga selaku ligkungan yang paling dekat dan paling berperan dalam membentuk individu. Dalam masyarakat juga bisa dilakukan penyuluhan dan pembimbingan terhadap individu-ndividu terutama individu muda yang masih labil, Dengan begitu individu yang terjun dalam masyarakat akan  saling menghormati hak dan kewajibannya masing-masing tanpa ada yang saling mengambil hak individu lain karena individu yang terbentuk sudah memiliki kepribadian dan rasa toleransi kepada individu lainnya. dengan begitu masalah yang terjadi bisa dicegah dan teratasi.

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

 

Penduduk masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. karena penduduk bagian dari suatu masyarakat, dan dalam suatu lingkungan masyarakat penduduk yang akan membentuk kebudayaan dalam suatu lingkungan masyarakat itu sendiri. dalam masyarakat penduduk sangat berperan dalam pembentukan budaya di lingkungannya, tapi karena setiap individu berbeda-beda sikap, prilaku, dan kepentingan dalam suatu lingkungan . Hal  ini yang sering  menyebabkan pergesekan antar individu antara satu dengan yang lainnya dan sering kali menimbulkan berbagai macam masalah.

Banyak sekali masalah yang di sebabkan perbedaan kepentingan antara individu yang satu dengan yang lainnya, dari hal yang sepele seperti prilaku para remaja yang labil saling ejek satu dengan lainnya bisa menyebabkan konflik yang berkepanjangan yang bisa berakhir dengan saling serang atara satu dan lainnya hanya dikarenakan prilaku yang tak saling bersahabat. Hingga masalah yang besar seperti yang terjadi dilingkungan saya perbedan kepentingan antara ormas dan masyarakat, ormas yang di percaya oleh kelurahan untuk menjalankan proyek pengecoran jalan di lingkungan saya memang menjalankan pekerjaannya tetapi mungkin karena ormas tersebut mengambil keuntungan yang besar dari proyek yang di jalankannya. hasil pengecoran jalan pun tak maksimal bahkan buruk, hal ini menyebabkan dan menimbulkan berbagai macam kecaman dari masyarakat di sekiitar lingkungan saya karena masyarakat pun mempunyai kepentingan dan memakai akses jalan yang dalam hal ini masyarakat telah merasa haknya diambil karena ormas yang seharusnya membuat akses jalan semakin baik malah membuat akses jalan menjadi semakin buruk karena pengambilan keuntungan oleh ormas tersebut untuk kepentingan ormas itu sendiri tanpa memmikirkan kepentingan masyarakat banyak.

Semua ini sebenarnya bisa di cegah dan dihindari dengan cara melakukan pembinaan untuk membangun dan menumbuhkan rasa saling toleransi juga saling menghormati kepentingan antar individu juga masyarakat. Dengan saling menghormati dan toleransi satu sama lain, hal ini juga akan menumbuhkan dan menghasilkan budaya yang baik di sebuah lingkungan masyarakat yang dimana masyarakatnya saling menghormati hak dan kewajiban satu sama lainnya. budaya yang di hasilkan pun akan berbeda antara lingkungan yang baik dan tak baik, karena jika lingkungannya buruk budaya yang dihasilkan dan dibentukpun akan buruk, begitupun jika lingungannya baik maka budaya yang akan tumbuh dan dihasilkan dalam suatu lingungan akan baik.  Karena budaya merupakan cerminan bagaimana masyarakatnya yang memilki budaya itu sendiri.    
 

Adu Power Di Tahta Tertinggi Si Darah Biru

DISCLAIMER : Semua isi dari blog ini adalah murni hasil dari tulisan penulis, dan cerita yang ditulis hanya fiktif belaka. Adapun apa bi...