Kamis, 28 Mei 2015

SEDIKIT MENGARUNGI PERUSAHAAN SANG PEMIMPIN HEBAT


Assalamualaikum Wr.Wb
Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak untuk sedikit mengarungi perusahaan sang pemimpin hebat yaitu Bok Rahmat Gobel yang merupakan generasi kedua penerus perusahaan ini , PT apakah yang saya maksudkan, yang saya maksudkan tentu saja PT Panasonic Gobel Indonesia. Sedikit akan saya paparkan sejarah dari perusahaan ini, Perusahaan ini berdiri pada tahun 1954, yang terinspirasi oleh semngat nasionalisme untuk membuat sebuah alat komunikasi bagi Negara baru yaitu Indonesia, Drs.H Thayeb Moh.Gbel mendirikan PT transistor radiomanufacturing di cawing, Jakarta yang menjadi pelopor dari pabrik transistor radio yang dahulu di sebut dengan “Tjawang”. Kemudian pada tahun 1957 Bpk. Drs Thayeb Moh.Gobel melanjutkan studinya ke jepang disanalah ia bertemu dengan pendiri dari Matsushita Electrical Industriak Co.,Ltd. 

Hingga di tahun 1960 Drs. H. Thayeb Moh.Gobel atas nama PT Transistor Radio Manufacturing menandatangi perjanjian kerjasama " Technical Assistance Agreement" dengan Matsushita Electric Industrial Co. Ltd, (Jepang).Bisnis pun semakin berkembang dan hingga akhirnya pada tanggal 27 Juli 1970 terbentuklah Joint Venture dengan Panasonic Corporation dibawah PT National Gobel yaitu perusahaan penyedia peralatan rumah tangga.

Hingga tahun 1991 didirikan PT National Panasonic Gobel yang merupakan satu satunya agen retail NABEL dan MGBI dan PT Matsushita Kotobuki Electric Indonesia yang mengekspor VCR, CD-ROM, dan TV.Pada tahun 2004, merek “National “ bertransformasi menjadi “Panasonic” dan nama perusahaan juga berganti menjadi PT Panasonic Gobel Indonesia. Panasonic menjadi salah satu merek terkenal di Indonesia. Berbagai macam produk elektronik yang dijual meliputi digital AV, kesehatan dan kecantikan, komunikasi, kehidupan pusat inovasi, peralatan rumah, AV profesional, dan solusi bisnis.

Visi
Melalui kegiatan usaha kami, kami di Panasonic telah lama menanamkan “DNA elektronik konsumen.” Dengan menjadikan DNA ini sebagai pusat dari seluruh kegiatan kami dan memajukannya, kami bertujuan terus memberikan “kehidupan yang lebih baik” bagi pelanggan kami di berbagai ruang dan area dimana pelanggan tinggal, seperti di rumah mereka, masyarakat, bisnis, perjalanan, dan kendaraan.

Empat perusahaan kami, “Appliances Company,” “Eco Solutions Company,” “AVC Networks Company,” dan “Automotive & Industrial Systems Company,” akan memainkan peran sentral dalam ketepatan menangani “industri” yang berkaitan erat dengan ruang individu, dan kami akan membangun kemitraan dengan pemain utama dalam bidang industri individu.

Dengan bekerja sama dengan mitra bisnis kami, kami akan secara aktif menyuguhkan produk dan layanan, yang merealisasikan nilai pelanggan baru. Dan dengan meningkatkan keahlian semacam ini untuk membuat proposal baru, kami ingin hadir dengan inovasi baru dalam elektronik konsumen. Panasonic akan memberikan kontribusi dalam mewujudkan “Kehidupan Yang Lebih Baik Dunia Yang Lebih Baik” bagi setiap pelanggan kami.

Misi
"Mengingat tanggung jawab kami sebagai industrialis, kami akan mengabdikan diri demi kemajuan dan perkembangan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan usaha kami, dengan meningkatkan kualitas hidup di seluruh dunia.“
Tujuan Dasar Manajemen Panasonic Corporation, dirumuskan pada tahun 1929 oleh pendirinya, Konosuke Matsushita.

Tujuan Dasar Manajemen ini adalah filosofi usaha Panasonic yang mewujudkan misi dan pengabdian kami demi kemajuan masyarakat dan kesejahteraan manusia di seluruh dunia melalui kegiatan usaha kami.

Sturktur Organisasi    :

 

Perusahaan ini merupakan perusahaan joint venture yang expansinya sudah mencangkup keseluruh belahan dunia, apa itu perusahan joint venture, perusahaan joint venture merupakan perusahaan patungan, dalam perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara perusahaan jepangn dan indonesia seperti yang ada pada kilasan sejarah perusahaan di atas.  Dengan empat bisnis segmen utama, Panasonic berusaha mewujudkan "Hidup Yang Lebih Baik, Dunia Yang Lebih Baik" bagi masyarakat di seluruh dunia. Kunci Dri kesuksesan Perusahaan ini memiliki Empat perusahaan yang menjalankan bisnis mereka dalam bidangnya masing-masing yang fokus kepada pelanggan.

1. Appliances

Perusahaan mereka yang bergerak di bidang appliances berkomitmen untuk membuat produk demi menciptakan kehidupan dan dunia yang lebih baik serta memenuhi kebutuhan para pelanggan dalam hal peralatan rumah tangga, masak-memasak, pendingin ruangan, pemanas air, kecantikan dan kesehatan. Mereka akan terus menawarkan kepada pelanggan di seluruh dunia produk dan layanan yang memberikan keleluasaan, keamanan dan daya tarik.


2. Eco Solution

Sebagai Eco Solutions Company, perusahaan ini akan berusaha keras untuk menawarkan solusi yang tepat demi menciptakan lingkungan yang nyaman serta mengurangi beban kepada lingkungan, termasuk "rumah," "gedung perkantoran," "pabrik," dan "masyarakat" melalui penggabungan teknologi beragam kami yang dimana salah satunya adalah teknologi penghematan energi paling modern.


3. AVC Ntworks

AVC Networks Company adalah segmen bisnis kami yang baru dibentuk dengan menggabungkan perusahaan BtoC dan BtoB sebagai pendahulu AVC Networks Company, yang bergerak di bidang teknologi Audio Visual dan perusahaan Systems & Communications Company, yang bergerak di bidang teknologi komunikasi wireless.

Perusahaan ini menawarkan berbagai produk & dan layanan, seperti produk AVC digital dan telepon seluler, sistem kamera keamanan, terminal pembayaran dan autentikasi, sistem PBX, perlengkapan yang berkaitan dengan IP, telepon bisnis, perlengkapan dokumen, sistem yang berkaitan dengan teknologi wireless, sistem infrastruktur sosial yang terintegrasi, serta jasa pemeliharaan.


4. Automotif & Industrial System Company

Automotive & Industrial Systems Company akan membantu mewujudkan gaya hidup yang ramah lingkungan dan pintar juga aman dan nyaman melalui penggunaan teknologi inti unik kami sebagai dasar. Kami akan berhadapan langsung dengan pelanggan global kami bagi marketing untuk memperkirakan kebutuhan pelanggan yang tersembunyi dan untuk menggunakan Inovasi Cross-Value dengan penyebaran proposal solusi sistem berdasarkan paket.


Dengan sistem perusahaan yang joint venture, dan memiliki 4 fokus perusahaan yang bergerak dibidangnya masing-masing perusahaan ini merupakan perusahaan yang sangat baik dalam semua fokusnya yang di perlukan. baik dalam appliances yang beefokus dengan produk yang dihasilkan, Eco Solution yang fokus dengan solusi yang bisa menghasilkan barang produksi menjadi ramah lingkungan, AVC bisnis dengan fokus pada teknologi audio visal, teknologi IP dan persangkat serta pemeliharaannya, yang semakin menambah expansi perusahaan ini, dan juga Automotiv dan Industrial System yang berfokus dalam membantu membentuk gaya hidup yang sehat dan ramah lingkungan. menurut saya perusahaan ini merupakan perusahaan yang solid, karena memiliki perusahaan-perusahaan yang menangani fokus pada ibdangnya masing-masing. dengan begitu perusahaan ini akan bisa terus berinovasi dan berkreasi, dengan memikirkan segala aspek yang telah di kerjakan/didfokuskan oleh perusahaan yang ada ppada fokusnya masing-masing, sehingga produk yang di hasilkan akan selalu menjadi produk yang bukan hanya sekedar produk biasa seperti para kompetitornya tetapi produk yang memang merupakan produk unggulan yang telah teruji dan juga tidak mersak lingkugan. sekian pembahasan dari saya kurang lebihnya mohon di maafkan.

Wassalamualaikum Wr.Wb  

Referensi  :

1. http://www.panasonic.com/id/corporate/profile.html PT Panasonic[Online], Retrived 28 Mei 2O15

2.http://id.wikipedia.org/wiki/Rahmat_Gobel#Referensi 
Wikipedia[Online], Retrived 28 Mei 2O15 

TEMPAAN DAHSYAT MENGHASILKAN PEMIMPIN HEBAT



Assalamualaikum Wr.Wb

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai seorang tokoh yang menurut saya memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa yaitu Bpk.Rahmat Gobel, Bpk.Rahmat Gobel merupakan generasi kedua penerus perusahaan yang dulu bernama Nasional sekarang Panasonic Gobel Indonesia dan juga menjadi banyak komisaris di persahaan-perusahaan lain, tetapi saat ini ia sedang duduk di kursi mentri dalam pemerintahan sekarang. Bapak Rahmat Gobel dilahirkadi Jakarta pada tanggal 3 september 1962. Ia merupakan lulusan universitas terkemuka di jepang yaitu 


  • Doktor Kehormatan dari Chuo University, Tokyo, Jepang (2014)

  • Doktor Kehormatan dari Takushoku University, Tokyo, Jepang (2002)

  • On-the-Job Training, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Headquarters and Divisions, Osaka, Japan (1988/1989).

  • Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Chuo University, Tokyo, Jepang (1987).

Jiwa kepemimpinan dan kewibawaan yang dimiliki oleh Rachmat Gobel tidak datang secara tiba-tiba. Sedari kecil ia telah dididik untuk menjadi pewaris dan pemimpin dari perusahaan Kelompok Usaha Gobel, yang didirikan dan dipimpin oleh Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel, ayahandanya. Ia di didik dan ditempa sejak masa remaja oleh ayahnya yaitu Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel. Saya akan sedikit menceritakan terlebih dahulu perjalanan Bpk Rahmat Gobel. 

Bpk. Rachmat Gobel adalah anak kelima dan putra laki-laki pertama dari pasangan Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel dan Almh. Annie Nento Gobel. Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel disamping pendiri dari Kelompok Usaha Gobel, adalah juga perintis industri elektronika di Indonesia. Rachmat Gobel menikah dengan Retno Damayanti dan telah dikaruniai dua orang anak, yaitu Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel.

Dari usia muda, ayahnya telah menanamkan prinsip kerja keras. Di masa liburan sekolah, setiap pagi Rachmat diperintahkan berangkat mengikuti latihan bekerja di pabrik sehari penuh, mengikuti ritme hidup sebagaimana layaknya seorang karyawan pabrik. Pada saat itulah, ayahnya mulai mengajaknya berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai berbagai macam persoalan di seputar dunia usaha.

Setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas di Jakarta pada 1981, Rachmat Gobel - atas kemauannya sendiri - memilih untuk melanjutkan kuliahnya di Jepang ketimbang di Amerika Serikat. Chuo University di Tokyo,Jepang, menjadi tempat pilihan dirinya dalam menimba ilmu. Keputusan tersebut diambilnya dengan pertimbangan, bahwa dengan belajar di Jepang dirinya tidak hanya akan mendapatkan ilmu, namun juga dapat mempelajari bahasa dan budaya Jepang. Hal ini tentunya akan memperlancar komunikasi dan hubungan dengan rekan utama bisnis Kelompok Usaha Gobel, yaitu Matsushita Group (sekarang Panasonic Group), yang berasal dari negeri matahari terbit itu.

Satu setengah tahun pertama di Jepang, Rachmat Gobel mendalami bahasa negara itu. Empat tahun kemudian ia berhasil menyelesaikan kuliahnya pada jurusan Perdagangan Internasional. Setelah itu ia memutuskan untuk menjalani praktek kerja di kantor pusat Matsushita Group, yang terletak di kota Osaka. Selama dua tahun ia menjalani praktek kerja tersebut dan ditempatkan di berbagai divisi dalam group tersebut. Dan setelah mempuyai pengalaman dan ilu yang lebih dari cukup baru ia kembali ke Indonesia dan meneruskan bisnis perusahaan sampai saat ini.

Menurut saya  beliau merupakan seorang pemimpin yang hebat, karena perusahaan maju pesat dibawah kepemimpinannya, melihat tak mudah dalam memimpin sebuah perusahaan bahkan perusahaan sampai mengalami perkembangan yang begitu pesat saat dibawah kepemimpinannya. Bahkan pada saat masa krisis yaitu pada tahun 1998-1999 perusahaan-perusahaan lain mengalami kemerosotan dan bahkan tidak sedkit yang gulung tikar, Panasonic GObel Indonesia di bawah kepemimpinan Bpk Rahmat Gobel tetap berdiri kokoh dan bisa bertahan, dan berkembang pesat.

Beliau memiliki faktor-faktor yang membuat beliau menjadi pemimpin yang hebat,satu yaitu faktor kepemimpinan yang sangat baik, dapat dilihat dari kiprahnya dan kontribusinya yang telah ia berikan bukan hanya kepada perusahaan yan ia pimpin tetapi kepada public seperti aktif menggalakan usaha kecil menengah/UKM di Indonesia dan masih banyak lagi yang membuat ia menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya kepada publik. Fakot yang keduan adalah faktor pengaruh dan juga inspirasi, Bpk. Rahmat Gobel menjadi sosok pemimpin yang sangat berpengaruh dan sangat menginspirasi para karyawannya, karena begitu banyaknya prestasi dan hal-hal positif yang ia hasilkan. Hal-hal seperti ini sangat membuat anggota/karyawan yang ia pimpin menjadi begitu menghormati dan menjadikannya inspirasi. Faktor ketiga yaitu faktor komunikasi yang baik kepada karyawan maupunlingkungan di sekitarnya, hal ini menjadi sangat penting karena faktor iilah yang menentukan seorang pemimpin akan menjadi besar atau tidak.

Setelah kita melihat sekian banyak prestasi dan kontribusi yang diberikan oleh Bpk.Rahmat Gobel , saya rasa tidak berlebihan jika saya menyebutnya merupakan pemimpin yang hebat dalam perusahaan yang ia pimpin maupun lingkungan sekitarnya. Sekian pembahasan dari saya kurang lebihnya mohon di maafkan.
 
Wassalamualaikum Wr.Wb


Referensi




 

Senin, 27 April 2015

PERKECIL BEBAN PERUSAHAAN TANPA MASALAH



KELOMPOK 6


ADITYA KURNIA.N.P (10113238)
M.SHALIM ISLAHI (16113142)













FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2015





KATA PENGANTAR

   Alhamdullilah puji serta rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas segala nikmat dan limpahan rahmat-Nya yang diberikan kepada penulis memungkinkan bagi penulis untuk menyelesaikan penulisan ilmiah ini yang berjudul Perkecil Beban Perusahaan Tanpa Masalah.

Penulis menyadari bahwa Penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan waktu, pengetahuan dan pengalaman penulis. Untuk itu penulis mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari berbagai pihak guna kesempurnaan Penulisan ini.

Semoga Allah SWT berkenan membuka Rahmat dan Karunia-Nya kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan ilmiah ini. Akhir kata, semoga penulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya.

 Jakarta, April 2015


 Kelompok 6




BAB I

PENDAHULUAN  

1.1 Latar Belakang

    Sebuah perusahaan memberikan fasilitas asuransi kepada karyawannya dengan sistem  yang digunakan saat ini adalah Managed Care , dengan sistem ini karyawan dapat menggunakan fasilitas asuransi tersebut tanpa ada batas plafon atau nominal.Pada saat ini perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan, jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan tentunya harus ada biaya yang dikurangi, pemimpin perusahaan menemukan solusinya dengan cara merubah sistem asuransi yang awalnya Managed Care menjadi Indemnity.

1.2 Perumusan Masalah

Jika pada suatu perusahaan ada sistem yang ingin diubah , apalagi sistem tersebut menyangkut ke salah satu aset perusahaan yaitu karyawan , maka perlu ada pemberitahuan dan persetujuan dari karyawan . Menurut Jerald Greenberg (Managing Behaviour In Organization, 2005) penolakan karyawan merupakan bentuk perilaku organisasi yang dapat menurunkan produktifitas dan kepuasan karyawan.

1.3 Tujuan

Tujuan pembahasan ini adalah :

    Memahami bidang ilmu perilaku organisasi untuk mengatasi penolakan dan reaksi negatif dari karyawan yang terkait tentang perubahan sistem asuransi yang awalnya menggunakan sistem Managed Care menjadi sistem Indemnity care

    Menjelaskan strategi komunikasi yang terbaik untuk memberitahukan kepada karyawan atas perubahan sistem asuransi yang awalnya managed care menjadi Indemnity Care.





BAB II

LANDASAN TEORI


2.1  Perilaku Organisasi

Perilaku organisasi adalah sebuah bidang multidisiplin yang berguna untuk mengetahui perilaku dalam organisasi dengan cara mempelajari proses individu, grup dan organisasi secara sistematis.perilaku organisasi menggunakan pendekatan ilmiah untuk memahami perilaku organisasi maupun pendekatan praktisi untuk meningkatkan efektifitas organisasi dan kesejahteraan individu (Jerald Greenberg, 2005).
Karakteritik bidang ilmu perilaku organisasi adalah sebagai berikut:

    Perilaku organisasi didasarkan berdasarkan metode ilmiah (scientifik) untuk mengatasi permasalahan managerial.

    Perilaku organisasi mempelajari individu, kelompok dan organisasi

    Perilaku organisasi bersifat interdisiplin

    Perilaku organisasi digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan efektifitas organisasi dan kesejahteraan individu

Perilaku organisasi berdasarkan pada pengetahuan yang bersumber dari riset keilmuan dengan menggunakan teknik-teknik sebagai berikut :

    Survey. Teknik ini paling populer digunakan dalam bidang ilmu organisasi. Teknik ini dilakukan dengan menggunkan kuesioner untuk mengetahui bagaimana manusia merasa tentang berbagai aspek dari diri sendiri, pekerjaan dan organisasinya

    Experimental. Teknik ini digunakan untuk mempelajari hubungan sebab akibat. Teknik ini dilakukan dalam setting terkontrol (lab) atau kondisi actual untuk melihat bagaimana variabel-variabel tertentu mempengaruhi aspek perilaku.

    Observasi.Teknik ini melakukan pengamatan untuk mendapatkan informasi.

    Studi kasus . Teknik ini mungkin tidak tumum untuk beberapa organisasi. Teknik ini melakukan studi kasus kedalam organisasi untuk mengetahui peristiwa apa yang terjadi didalam organisasi.


2.2  Komunikasi Dalam Organisasi

            Menurut Jerald Greenberg dalam bukunya (Managing Behaviour In Organization, 2005) Komunikasi adalah proses terpenting dalam organisasi.Fungsi dasar dalam organisasi bergantung pada komunikasi.tanpa komunikasi organisasi tidak mungkin ada.
Dalam komunikasi ada berbagai step yaitu :

    Encoding , Proses dimana ide disampaikan sehingga dapat ditransmisikan atau diterima oleh penerima.

    Chanel Of Comunication , Jalur atau sarana untuk menyampaikan pesan(telepon,email,dll).

    Decoding, Proses dimana menerima menerima ide yang disampaikan oleh pengirim.

      Feedback , Proses membalas atau memberi ide lainnya dari penerima ke pengirim.

     Noise , bukan sebuah proses yang umum melainkan suatu yang mungkin terjadi yaitu kesalah pahaman antara pengirim dengan penerima.

2  cara tipe menyampaikan komunikasi

    Verbal Communication
    Proses mengirim pesan menggunakan kata - kata, contohnya obrolan antar muka, telephone, atau email , memo dan lainnya

    Non Verbal Communication
    Proses mengirim pesan tanpa menggunakan kata - kata bisa dibilang menggunakan isyarat.

 Hati - hati dalam menyampaikan pesan dengan non verbal comunication  karena diberbagai negara ada yang berbeda mengartikan sebuah isyarat, Jerald Greenberg (Managing Behaviour In Organization, 2005)





BAB III
PEMBAHASAN


Agar tidak terjadi hal yang diinginkan yaitu penolakan atau reaksi negatif dari para karyawan , maka untuk menginformasikan atau mengkomunikasikan kepada karyawan perlu ada strategi yang baik dan efektif.Menurut Jerald Greenberg dalam bukunya (Managing Behaviour In Organization, 2005) Komunikasi adalah proses terpenting dalam organisasi.Fungsi dasar dalam organisasi bergantung pada komunikasi.tanpa komunikasi organisasi tidak mungkin ada.

Sesuai teori yang ada sebelum kita melakukan komunikasi ke karyawan, kita perlu mengumpulkan data melalui teknik yang ada, yaitu :


Melakukan Survey

       Melakukan survery kedalam perusahaan tentang tanggapan karyawan tentang fasilitas Asuransi Kesehatan saat ini
       Melakukan survey untuk perusahaan Askes yang memberikan sistem Indemnity dan yang paling baik, serta fasilitas apa saja yang diberikan.
    
Melakukan Studi Kasus
        Mempelajari kasus diluar perusahaan yaitu perusahaan lain, melihat sebab akibat dari perusahaan yang telah mengubah fasilitas asuransinya yang awalnya managed care menjadi indemnity care

Setelah kita melakukan teknik diatas, maka kita akan mendapatkan berbagai data yaitu :

    Kita dapat mengetahui unek - unek dari pada karyawan tentang fasilitas asuransi saat ini.
    Kita dapat mengatahui Askes Indemnity yang paling baik saat ini.
    Kita akan tahu sebab akibat jika mengubah sistem asuransi dari managed care ke indemnity care

Setelah kita mendapatkan data diatas maka kita akan tahu bagaimana srategi komunikasi yang baik dan efektif untuk menginformasikan kepada karyawan tentang perubahan sistem asuransi.


3.1 Strategi Komunikasi

Dalam ha ini masalah yang di hadapi adalah masalh dimana perusahaan mengalami gangguan finansial yang mau tidak mau perusahaan harus merubah sistem asuransi karyawannya dari sistem managed care menjadi indemnity care. Perusahaan harus menentukan bagaimana cara penyampaian pada karyawan,  hal ini akan menjadi aspek yang paling rentan karena cara penyampaian perusahaan sangat mempengaruhi respon apa yang akan timbul dari karyawannya.

Pertama yang harus kita lihat adalah  melihat apakah yang akan kita komunikasikan dan siapakah yang menjadi komunikator yang menghubungkan petinggi perusahaan  dengan para karyawan tingkat bawah di perusahaan “The nature of engagement is a significant issue for corporate communicators since they are well-placed to influence workplace attitudes and stimulate employee motivation (kutipan dari Mary Welch Lancashire Business School, University of Central Lancashire, Preston, UK, berjudul The evolution of the employee engagement concept halaman 335) maksud dari kutipan pernyataan diatas adalah item komunikator ini sangatlah penting bagi perusahaan karena cara penyampaian yang dilakukan oleh komunikator ini dapat mempengaruhi kinerja dan juga motivasi karyawan dalam prodktifitas kerja karyawan itu sendiri.


Secara umum terdapat 3 jenis komunikasi internal yaitu , komunikasi vertical, komunikasi horizontal dan komunikasi diagonal (ido priyono hadi). Dalam masalah perusahaan sistem ini komunikasi yang pertama kali harus dilakukan adalah komunikasi vertical,  komunikasi vertical adalah komunikasi yang melibatkan pimpinan dan staff. Yang dimana komunikasi vertikan ini melibatkan para petinggi perusahaan dan kepala bagian dalam perusahaan tersebut, dan sangat perlu dilakukan sebelum mengkomunikasikannya kepada seluruh karyawan.

Setelah mendapatkan jenis komunikasi yang di terapkan dalam suatu perusahaan/organisasi kemudian kita harus menentukan bagaimana cara penyampaian informas tersebut. Ada beberapa tahapan dalam cara penyampaian informasi.

“Encoding the communication process begin when one party has an idea it wishes to transmit to another”Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 293. Pengkodean proses komunikasidimulai ketika satu pihak memiliki ide, dan ingin mengirimkan ke yang lain. Maksudnya satu memiliki ide dan ingin menyampaikan ide tersebut kepada yang lain,.

“chennels of communication is ready to be transmitted over on or more channel is of communication which information travel to reach the desired receiver” Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 293. Saluran komunikasi pesan dikodekan siap untuk di sampaikan melalui satu atau lebih saluran komunikasi yang informasi perjalanan untuk mencapai penerima yang diinginkan. Maksudnya pesan yang sudah final dan siap disampaikan kepada seluruh komponen organisasi dengan satu media, atau lebih sesuai capaian penerimaan dari informasi yang diinginkan.

receiving feedback allow sender to determine whether their messages have been understood properly from Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 293. Menerima umpan memungkinkan apakah pesan mereka telah dipahami dengan baik. Mksudnya dengan menerima tanggapan akan memungkinkan pengirim pesan bisa menentukan apakah pesan yang mereka sampaikan dapat diterima dan di pahami dengan baik atau tidak.

Menurut pengamatan kami cara yang efektif dalam contoh kasus seperti ini cara penyampaian komunikasi yang tepat adalah dengan penyampaian secara verbal. Yag pertama yaitu dengan mengadaka rapat antara manager dan dewan direksi. Mengapa yang pertama dilakukan oleh dewan direksi mengadakan rapat dengan manager saja rapat di lakukan ?  “The nature of engagement is a significant issue for corporate communicators since they are well-placed to influence workplace attitudes and stimulate employee motivation “ Mary Welch Lancashire Business School, University of Central Lancashire, Preston, UK, berjudul The evolution of the employee engagement concept halaman 335. Karena manager menjadi jembatan komunikasi antara dewan direksi selaku petinggi perusahaan dan para karyawan selaku elemen dasar perusahaan. Dan manager lah yang paling mengetahui bagaiana karakter dari karyawan yang di pimpinnya karena manager lah yang selalu berhubungan langsung dengan karyawan, bukan dewan direksi “downward communication consist of instruction, direction and order, that’s is messages, telling subordinate what they should be doing” Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 304.

Setelah menentukan komunikator dan tau apa yang harus di sampaikan, manager selaku komunikator antar elit perusahaan dan kayawan harus menyampaikan dengan jelas dan sedetail mungkin informasi yang perlu juga sejelas-jelasnya agar karyawan mengerti dan dapat menerima dengan baik maksud, tujuaan serta pesan yang disampaikan kepada masing – masing bagian yang di pimpinnya  using needlessly formal language may impose a serious barrier to communication”Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 311.

Disini manager harus menjelaskan bahwa perubahan sistem dari managed care ke indemnity care merupakan pilihan terbaik bagi semua elemen dalam perusahaan. Dalam penyampaian ini pasti akan terjadi perdebatan dari para karyawan. Disinilah peran manager selaku komunikator perusahaan harus bisa menyampaikan bagaimana kondisi perusahaan, dengan menyampaikan dengan bahasa yang formal dan sejelas-sejalsnya agar pesan dapat di terima oleh karyawan “using needlessly formal language may impose a serious barrier to communication”Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 311. Disini manager harus menjelaskan mengapa perusahaan harus mengambil langkah seperti ini. karena jika perusahaan tetap memaksakan menggunakan sistem managed care sementara kondisi perusahaan sedang tidak sehat, akan berdampak lebih buruk kepada kelangsungan persahaan. Yang jika kondisi menjadi lebih buruk lagi bukan tidak  mungkin perusahaan akan mengambil tindakan memberhentikan/PHK sebagian karyawannya demi kelangsugan perusahaan. Jadi  sebelum sampai kepada kondisi seperti itu perusahaan harus mengambil langkah pencegahan degan mengganti sistem managed care menjadi indemnity care, dan manager harus memberi pengertian bahwa keputusan ini memang keputusan yang terbaik bagi seluruh elemen perusahaan. “It is been suggested that socially responsible companies perform well financially” managing behavior in organizations chapter 2.
 




BAB IV

PENUTUP


Kesimpulan
Perubahan sistem dalam organisasi akan berdampak pada perilaku karyawan atau organisasi. Bidang ilmu perilaku organisasi memberikan kerangka acuan teori maupun tool untuk mengetahui perilaku organisasi. Melalui mekanisme survey, eksperimen, observasi dan studi kasus, manajemen dapat mempelajari perilaku organisasi terkait perubahan sistem fasilitas kesehatan "Managed Care" menjadi "Indemnity dan menyusun strategi-strategi dalam mengelola perilaku organisasi untuk menerima sistem yang baru melalui komunikasi yang efektif yaitu mengkomunikasikan data-data informasi yang tepat sasaran.

Saran
Penulisan ini tidak luput dari keterbatasan-keterbatasan terutama keterbatasan waktu, kelengkapan teori dan kecukupan data. Kami sarankan peneliti berikutnya untuk dapat memperdalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA


Mary Welch Lancashire Business School, University of Central Lancashire, Preston, UK, berjudul The evolution of the employee engagement concept halaman 335.

Jerald Greenberg. 2005. Managing Behavior in Organization. Prentice hall: New Jersey.

Jerarrd Greenberg Managing Behavior In Organizations Chapter 2.

Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 293.

Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 304.

Jerarrd Greenberg Managing Behavior in Organization chapter 8 page 311.



Adu Power Di Tahta Tertinggi Si Darah Biru

DISCLAIMER : Semua isi dari blog ini adalah murni hasil dari tulisan penulis, dan cerita yang ditulis hanya fiktif belaka. Adapun apa bi...